Dukungan terhadap Rico Waas calon Wali Kota Medan periode 2025-2030 semakin massif. Semakin banyak kelompok masyarakat, komunitas dan tokoh yang menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon Rico Waas – Zakiyuddin Harahap.

Pasangan calon nomor urut 1 itu dianggap paling ideal untuk memimpin kota Medan. Hal tersebut disampaikan oleh komunitas relawan yang tergabung dalam Kawan Bang Rico (KBR).

“Pasangan Rico – Zaki paling ideal untuk untuk memimpin kota Medan. Mereka pasangan milenial yang punya ciri pemimpin ideal. Keduanya sama-sama santun, rendah hati,” ujar  Samsir Pohan, ketua KBR.

“Bang Rico dan Bang Zaki memahami Kota Medan dengan segala persoalan dan solusinya. Memahami Medan sebagai kota multikultural dan ragam latar belakang suku, budaya dan agama,” ungkapnya.

Samsir menyebut mereka sebagai “generasi tengah”, generasi yang memahami suasana kebatinan anak muda dan orang tua.

“Mereka berdua pasangan milenial yang faham tentang kebutuhan ruang kreatifitas anak muda, mengerti suasana kebatinan orang-orang tua. Ya, “generasi tengah” yang mengerti kanan-kiri dan atas bawahnya Kota Medan,” kata Samsir.

Samsir menyampaikan bahwa tawaran program dari Rico-Zaki sangat realistis dengan agenda prioritas yang sesuai dengan kebutuhan warga kota Medan.

“Program prioritas pasangan Rico – Zaki sangat realistis dan sesuai dengan kebutuhan warga kota Medan,” ungkapnya.

Berikut program prioritas pasangan nomor urut 1 Rico-Zaki untuk kota Medan; bantuan sekolah gratis untuk siswa tidak mampu, peningkatan skill anak muda berbasis teknologi digital, UHC Premium – berobat gratis menggunakan KTP, layanan ambulance gratis di tiap puskesmas, peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kesehatan, layanan senam gratis, jaminan sembako murah dan Program Keluarga Harapan Medan Makmur.

Selanjutnya, bantuan untuk 100.000 UMKM rumahan, jaminan kesejahteraan disabilitas dan lansia, melibatkan pelaku UMKM dalam kegiatan Pemko, santunan korban tindak kriminal, membentuk tim keamanan lingkungan, menyediakan biaya operasi lingkungan, memberikan pendamping kepada korban kekerasan terhadap perempuan dan anak dan 1 hari untuk masyarakat “curhat” di balai kota.